Sabtu, 09 Oktober 2010

Bercermin Pada Buah Tilambung

Seorang pemuda merasa jenuh berada di rumah lalu beranjak ke luar untuk jalan-jalan sambil menikmati udara yang cerah di pagi hari, dia memandangi seorang kakek yang sudah berumur lebih 70 an tahun. Kakek itu nampak sudah lemah kurang tenaga karena memang factor usia menyebabkan dia seperti itu. tatkala membandingkan dirinya sendiri, sang pemuda berkata di dalam hati sanubarinya . yes!!! Aku masih muda!!! Umurku masih panjang!!! Kakek tua yang lemah itu saja masih hidup apalagi aku???. Umurku pasti masih sangat panjang!!! Hehehe… Begitu kata hatinya sambil tersungging secercah senyum di bibirnya
Sang pemuda terus melangkahkan kaki tak tentu arah sehingga tibalah dia pada sebuah kebun kelapa, lalu timbul keinginnannya untuk beristirahat sebentar. Dia pun memperhatikan pohon kelapa yang mana yang aman untuk menjadi tempat berteduh. Dia perhatikan dengan seksama apakah ada buah kelapa yang sudah tua, kalau ada maka dia mencari pohon kelapa lain untuk berteduh di bawahnya. Setelah beberapa lama akhirnya sang pemuda pun menemukan sebatang pohon kelapa yang baru berbuah. Dalam benak sang pemuda berpikiran inilah pohon yang aman untuk dia beristirahat. Karena biasanya buah kelapa yang jatuh hanyalah buah kelapa yang sudah tua dan juga biasanya sudah berwarna kecoklat-coklatan sementara buah kelapa yang disandarinya itu masih kecil-kecil.
Letak pohon kelapa itu tepat ditepi telaga yang airnya nampak kebirua-biruan. Sesekali burung elang menukik ke permukaan air telaga untuk menangkap ikan Sungguh pemandangan yang sangat indah ditambah angin sepoi-sepoi membelai wajah sang pemuda yang asyik menikmati pemandangan. akan tetapi sang pemuda terkejut dan langsung berdiri memperhatikan keadaan sekelilingnya manakala dia mendengar bunyi sesuatu yang jatuh ke air tepat didepannya. Setelah beberapa saaat memperhatikan benda apa yang jatuh ke air telaga tersebut, akhirnya mata sang pemuda pun tertuju pada buah kelapa yang masih sangat muda dan masih hijau. Oh…rupanya tilambung yang jatuh kata sang pemuda. (tilambung adalah sebutan untuk buah kelapa yang masih kecil kurang lebih bentuknya hanyalah sebesar kepalan tangan anak umur 4 tahunan),
Sadarlah sang pemuda ternyata tidak mesti buah kelapa yang sudah tua yang akan jatuh akan tetapi buah kelapa yang masih mudapun juga bisa jatuh seperti yang baru disaksikannya.
Pikiran sang pemuda pun melayang mengenang kakek tua dan membandingkan dirinya yang masih muda serta peristiwa yang baru saja dialaminya. Akankah dia berusia panjang seperti kakek itu??? atau kah akan meninggal dalam keadaan masih muda sebagaimana nasib buah tilambung tadi??? Dia pun juga mencoba mengingat-ngingat akan masa-masa yang telah dilaluinya dan teringatlah dia ternyata dia pernah menyaksikan bayi yang meninggal tatkala masih dalam kandungan perut ibunya, ada bayi yang meninggal saat baru dilahirkan, ada teman sepermainannya yang meninggal saat masih duduk di bangku SD, ada pula orang yang meninggal saat masih muda. seperti dirinya. Dia bertanya pada dirinya sendiri, apakah lima menit yang akan datang dia masih hidup ataukah azal akan menjemput seketika??? Jawabnya, dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya pada lima menit yang akan datang bahkan pada detik-detik berikutnya sekalipun!!!
Sang pemuda pun menundukkan kepalanya seraya menetiskan air mata menyesali atas kelengahan dan kesombongannya selama ini. Dia takut kalau azal segera menjemput sedangkan dia belum mempersiapkan bekal yang akan dibawa untuk pulang. Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan kepadaku untuk hidup dan memberikan hidayahNya lewat peristiwa buah tilambung itu. Diapun pulang dan berjanji hanya akan melakukan sesuatu untuk kebaikan. amiin Allahumma amiin. Semoga dan mohon do`a bagi semua pembaca. Terima kasih.

1 komentar: