Disebuah kampung yang tingkat ekonominya menengah ke atas tinggalah seorang janda tua beserta anak-anaknya yang masih kecil-kecil di rumah kontrakan. Kehidupan ekonomi yang sulit membuat janda tersebut tidak dapat membayar uang kontrakannya sehingga pada suatu hari sang pemilik memberikan peringatan dan teguran agar si janda tersebut segera membayar uang kontrakan atau meninggalkan rumah kontrakannya!!!. Sungguh suatu pilihan yang sama-sama tidak mengenakkan bagi janda tersebut.
Seminggu telah berlalu dan sesuai peringatan yang diberikan, sang pemilik kontrakanpun datang untuk menagih uang kontrakannya namun karena si janda memang tak punya uang untuk membayar maka dengan sangat sedih serta diliputi perasaan bingung harus kemana mencari tempat tinggal untuk berteduh dari panas matahari dan guyuran air hujan, dia beserta anak-anaknya yang masih kecil meninggalkan rumah kontrakan yang di tempatinya selama ini
Beberapa warga mencoba menghalangi serta membujuk sang pemilik rumah kontrakann itu karena janda itu memang tidak punya uang dan masih harus menanggung beban anaknya yang masih kecil-kecil. Dengan kata yang agak memelas sang pemilikpun berkata, bahwa uang kontrakan yang dibebankan kepada janda tersebut sudah jauh lebih murah dibanding dengan orang lain yang juga mengontrakkan rumahnya disekitar kampung ini dan malah kata sang pemilik rumah kontrakan, janda tersebut sudah menunggak pembayarannya selama 5 bulan berturut-turut sedangkan dirinya sendiri saat ini sudah tidak memiliki usaha lain lagi selain rumah kontrakan satu-satunya itu dan dia sendiri juga harus menafkahi anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Menurutnya lagi, kalau saja janda tersebut bisa membayar separo saja dari tunggakannya selama ini maka dia dapat memberikan keringanan untuk satu atau dua bulan ke depan.
Mendengar penjelasan sang pemilik rumah tersebut, tanpa berucap sedikitpun secara perlahan-lahan beberapa orang warga itupun menjauh. sementara di dalam hati sang pemilik rumah kontrakan berkata, kalau memang kasihan mana buktinya??? Jangan Cuma bisa mengatakan tapi tidak berusaha untuk membantu. Kalau cuma bicara semua orang juga bisa. seandainya posisi kamu menjadi saya ini, apa mungkin mau memberi kelonggaran selama 5 bulan berturut-turut??? Begitu dia menggerutu dalam hati sambil membersihkan rumah kontrakan miliknya yang kini telah kosong ditinggalkan si janda beserta anak-anaknya entah kemana???
Jadi siapa sebenarnya yang tidak kasihan sama janda tua beserta anak-anaknya yang masih kecil itu???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar