Seseorang yang tersesat di dalam sebuah gua akan menimbulkan suatu kesimpulan bahwa tempat yang dirasakannya saat itu sangat gelap, sempit, pengap serta tak tahu jalan untuk keluar. Keadaan demikian bisa jadi akan menimbulkan kepanikan dan putus asa seakan tidak ada lagi harapan untuk bisa keluar dari gua itu
Berbeda halnya dengan orang yang berada di luar gua. Dia tidak merasakan kekhawatiran ataupun kepanikan sebagaimana yang dirasakan oleh orang yang tersesat di dalam gua. Dia merasakankan tempat yang dirasakannya saat itu begitu luas dan terang benderang, dia dapat melihat gua itu berada pada sebuah gunung yang besar dan tinggi di tengah alam yang sangat luas dan dikelingi oleh rimbunnya pepohonan yang hijau dengan udaranya yang sejuk menyegarkan.
Cerita orang yang tersesat di dalam sebuah gua di atas hanyalah ibarat bagi orang yang sedang dirundung masalah hidup dan kehidupan. Dunia baginya sangat gelap, pikiran terasa buntu dan timbul keputus asaan di dalam hati. Orang yang demikian disamping harus berusaha dan berdo`a agar segera dapat keluar dari masalah yang membelenggu ketenangan batinnya dia juga harus mengoreksi kesalahan dirinya selama ini.
Bilamana upaya demikian belum juga menemukan jalan keluarnya maka sebaiknya dia meminta bantuan kepada orang lain yang dianggap berpandangan lebih luas dan tenang dalam memandang suatu masalah. Sebagaimana orang yang berada diluar gua tadi.
Hanya saja perlu pertimbangan dan kehati-hatian dalam memilih orang untuk dimintai bantuan dalam memecahkan masalah itu, karena boleh jadi teman yang menjadi tempat untuk curhat itu mau mengambil kesempatan di dalam kesempitan demi untuk kepentingan pribadi dan atau tidak mampu bersikap netral, sehingga masalah yang dihadapi bukannya dapat diatasi dengan baik malah justru sebaliknya bertambah semakin parah. Ibarat api semakin dikipasi semakin menyala. Na`uzubillahi min za~lik.
Disamping itu pula yang juga sangat penting untuk diperhatikan adalah bagi seseorang yang tengah dililit masalah lalu mendapatkan saran pendapat yang baik dari orang luar, maukah dia menerimanya dengan lapang dada??? Karena tidak jarang terjadi saran pendapat yang diberikan justru dianggap salah karena ego menguasai hatinya. Bila demikian halnya maka sangat sulit untuk bisa keluar dari masalah yang membelenggu dirinya.
Semoga kita selalu beriman kepada Allah dan senantiasa mendapatkan barokah serta pertolongan-Nya. Amiiiin Allahumma amiiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar